3. Amaran Terhadap Mereka Yang Tidak Berdhikr
Allah melarang kita, orang yang beriman daripada bersifat dan bersikap seperti orang-orang fasik yang melupakan Allah. Sebab lalai dan tidak ingat Allah itu sifat yang sangat buruk. Allah berfirman;

Maksudnya:
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah melupakan (perintah-perintah) Allah, lalu Allah menjadikan mereka melupakan (amal-amal yang baik untuk menyelamatkan) diri mereka. Mereka itulah orang-orang yang fasik-derhaka.(Surah al-Hasyr, ayat 19)
Allah melarang
kita dari bersifat lalai (ghaflah) dengan firmannya;
![]()
Maksudnya
.... dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai.(Surah al-A'raaf, ayat 205)
Sifat ghaflah
sangat buruk, boleh merendahkan taraf manusia menjadi lebih rendah dari
taraf binatang ternak. Allah berfirman;
![]()
Maksudnya
.... mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai.(Surah al-A'ra'af, ayat 179)
Allah mencela
orang-orang munafik ker-ana bila mereka bangun sembahyang dalam keadaan
malas bersifat riya' dan mereka tidak berdhikrullah kecuali sangat sedikit.
Firman Allah;
![]()
Maksudnya
.... dan mereka pula tidak mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang) melainkan sedikit sekali (jarang-jarang).(Surah an-Nisaa, ayat 142)
Abu
Dawud dan Muslim ada meriwayatkan hadith yang berasal dari Abu
Hurairah (r.'a.)

Maksudnya
"Tidak ada satu golongan manusia yang bangun dari sesuatu majlis yang tidak ada di dalamnya mengingati Allah kecuali mereka itu bangun (keadaan mereka) seperti bangkai himar. Adalah mereka itu rugi di hari kiamat nanti."
Shaikh
Abu al-Hasan al-Shadhaii (w. 656H) berkata

Maksudnya
"Di antara tanda munafik ialah lidah berasa berat untuk berdhikr. Bertaubatiah kepada Allah, Allah akan meringankan dhikr di lidah anda."