|
|
SIFAT
20
| Mohon
ampunan dan RedhaMu yaa Allah,...
Itulah
yang telah terdahulu banyak hamba ungkapkan (terlanjur) di topik-topik
yang ada dalam BSC ini, untuk selanjutnya hamba, Insya Allah, akan memohon
izin dahulu kepada Mu'alim hamba, sebab ada beberapa huraian penting yang
hamba wajib meminta izin dahulu pada beliau, diantaranya: Hukum Syara',
Hakikat Makrifat beserta huraian dalil bagi Sifat-Sifat yang wajib bagi
'aqal tentang keTuhanan:
-Sifat Nafsiyah
-Sifat Salbiyah
-Sifat Ma'ani
-Sifat Ma'nawiyah
lalu dibahagi menjadi
dua bahagi:
-Sifat Istighna (28
Aqa'id)
-Sifat Iftikhor
(22 Aqa'id)
yang menghasilkan
faham hakikat nafi mengandung isbat, isbat mengandung nafi (50 Aqa'id),
lalu berlanjut pada huraian Sifat-sifat bagi Rasul, ditambah empat perkara
rukun iman (18 Aqa'id), menghasilkan penjelasan aqa'idul iman yang 5 (lima
jenis), aqa'idul iman 50, aqa'idul iman 60, aqa'idul iman 64, aqa'idul
iman 66 dan aqa'idul iman 68.
Baharulah disimpulkan
menjadi 4 rukun Syahadat dan adab-adabnya, serta menjelaskan penjelasan
zikir, serta makna asma ALLAH
InsyaAllah....
~~~~~~~ oOo ~~~~~~~
MA'RIFAT
Adapun
hakikat Ma’rifat itu berhimpun atas tiga perkara: |
| 1. |
'Itikad Jazam, yaitu
'Itikad yang putus tiada syak, dzon dan waham |
| 2. |
Muwafikulilhaq,
yaitu Muafakat dengan yang sebenarnya mengikut Al Qur’an dan Hadits |
| 3. |
Mu’addalil yaitu
beserta dalil
Adapun Dalil itu
dua bahagi:
| 1. |
Dalil naqal (naqli),
yaitu Al Qur’an dan Hadits. |
| 2. |
Dalil aqal (aqli),
yaitu aqal kita |
|
|
~~~~~~~ oOo
~~~~~~~
Adapun dalil wujud
Allah Ta’ala pada orang awam
yaitu Baharu alam seperti firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an : Allahu
khaliqu kullu syai’in, artinya: Allah Ta’ala yang menjadikan tiap-tiap
sesuatu
Adapun Hakikat Ma’rifat
orang
yang Khawas : |
| 1. |
'Itikat jazam, tiada
syak, dzon dan waham |
| 2. |
Muwafakat ilmunya,
aqalnya dan hatinya dengan jalan Ilham Ilahi |
| 3. |
Dalil pada dirinya,
seperti firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an: wa fii amfusikum afala tubsiruun,
artinya: pada diri kamu tiadakah kamu lihat, dan juga Hadits Rasullullah,
Man arofa nafsahu faqod arofa Robbahu, artinya barang siapa mengenal dirinya
bahwasanya mengenal Tuhannya. |
Adapun Hakikat Ma’rifat
orang
yang Khawasul khawas: |
| 1. |
I’tikad jazam, tiada
sak, dzon dan waham |
| 2. |
Muwafakat Ilmunya,
aqalnya dan hatinya dengan jalan kasaf Ilahi terkaya ia daripada dalil
yakni tiada berkehendak lagi kepada dalil (Aqal dhoruri) terus ia ma’rifat
kepada Allah Ta’ala. |
|
~~~~~~~ oOo
~~~~~~~
Adapun
Ma’rifat itu tiga martabat: |
| 1. |
Ilmul yaqin, yaitu
segala Ulama |
| 2. |
‘Ainul yaqin, yaitu
segala Aulia |
| 3. |
Haqqul yaqin, yaitu
segala Anbiya |
|
~~~~~~~ oOo
~~~~~~~
SIFAT-SIFAT
KETUHANAN
Adapun
yang wajib bagi Ketuhanan itu bersifat dengan empat sifat: |
| 1. |
Sifat Nafsiyah,
yaitu Wujud |
| 2. |
Sifat Salbiyah yaitu,
Qidam, Baqa, Mukhalafatuhu lil khawaditsi, Qiyamuhu binafsihi dan Wahdaniat |
| 3. |
Sifat Ma’ani, yaitu,
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sami’, Bashir dan Kalam |
| 4. |
Sifat Ma’nawiyah,
yaitu Qadirun, Muridun, ‘Alimun, Hayyun, Sami’un, Bashirrun dan Muttaqalimuun |
Dibahagi lagi menjadi
dua sifat (Pendekatan secara nafi dan isbat) |
| 1. |
Sifat Istighna’
yaitu, Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalafatuhulilkhawadits, Qiyamuhu binafsihi,
Sami’, Bashir, Kalam, Sami’un, Bashirun dan Muttaqallimun |
| 2. |
Sifat Iftikor, yaitu
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Kodirun, Muridun, ‘Alimun, Hayyun dan Wahdaniah |
~~~~~~~ oOo
~~~~~~~
[Hadapan]
[Sebelumnya] [Seterusnya]
|
|