.
|
| 26. |
Salah seorang
di antara perempuan yang berdua itu berkata: "Wahai ayah, ambilah dia memjadi
orang upahan (mengembala kambing kita), sesungguhnya sebaik-baik orang
yang ayah ambil bekerja ialah orang yang kuat, lagi amanah".
|
| 27. |
Bapa perempuan
itu berkata (kepada Musa): "Aku hendak mengahwinkanmu dengan salah seorang
dari dua anak perempuanku ini, dengan syarat bahawa engkau bekerja denganku
selama delapan tahun; dalam pada itu, jika engkau genapkan menjadi sepuluh
tahun, maka yang demikian itu adalah dari kerelaanmu sendiri. Dan (ingatlah)
aku tidak bertujuan hendak menyusahkanmu; engkau akan dapati aku Insya
Allah, dari orang-orang yang baik layanannya".
|
| 28. |
Musa menjawab:
"Perjanjian itu adalah antaraku denganmu (tetap dihormati bersama); yang
mana sahaja dari dua tempoh itu yang aku tunaikan, maka janganlah hendaknya
aku disalahkan. Dan Allah jualah menjadi Pengawas terhadap apa yang kita
katakan itu".
|
| 29. |
Setelah
Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan (mendapat izin) berjalan dengan
isterinya (kembali ke Mesir), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api
dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya:
"Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa
kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya
kamu dapat memanaskan diri".
|
| 30. |
Maka ketika
ia sampai ke tempat api itu, (kedengaran) ia diseru dari tepi lembah yang
di sebelah kanan, di tempat yang dilimpahi berkat, dari arah pohon kayu
(yang ada di situ): "Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Tuhan sekalian
alam. (Sesungguhnya api itu adalah sebagai satu isyarat yang didatangkan
oleh Allah untuk menarik perhatian Musa ke tempat itu dan bukannya zat
Allah, Wallahu A'lam)
|
| 31. |
"Dan (sekarang)
campakkanlah tongkatmu". (Ia pun mencampaknya), maka apabila ia melihat
tongkatnya itu (menjadi seekor ular besar) bergerak cepat tangkas, seolah-olah
seekor ular kecil, berpalinglah ia melarikan diri dan tidak menoleh lagi.
(Lalu ia diseru): "Wahai Musa, datanglah kemari dan janganlah engkau takut.
Sesungguhnya engkau dari orang-orang yang beroleh aman.
|
| 32. |
"Masukkanlah
tanganmu melalui belahan dada bajumu, nescaya keluarlah ia putih bersinar-sinar
dengan tiada cacat; dan kepitlah tanganmu di celah ketiakmu ketika merasa
takut (nescaya hilanglah takutmu). Yang demikian adalah dua bukti dari
Tuhanmu (untuk engkau menunjukkannya) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya
mereka itu adalah kaum yang fasik - derhaka"
|
| 33. |
Nabi Musa
merayu dengan berkata: "Wahai Tuhanku, bahawa aku telah membunuh seorang
dari kalangan mereka; oleh itu aku takut mereka akan membunuhku "
|
| 34. |
"Dan saudaraku
- Harun, ia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersama-samaku
sebagai penyokong yang mengakui kebenaranku; sesungguhnya aku bimbang bahawa
mereka akan mendustakan daku".
|
| 35. |
Allah berfirman:
"Kami akan menguatkan tenaga dan daya-usahamu dengan saudaramu (Harun),
dan Kami akan memberikan kuasa kemenangan kepada kamu berdua oleh itu mereka
tidak akan sampai kepada maksud membahayakan atau mengalahkan kamu. Dengan
membawa ayat-ayat keterangan Kami itu, kamu berdua serta pengikut-pengikut
kamu akan menang".
|
| 36. |
Setelah
Nabi Musa datang kepada Firaun dan kaumnya dengan membawa ayat-ayat keterangan
Kami yang terang nyata, mereka berkata: "Apa yang engkau bawa ini hanyalah
sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar tentang perkara
ini dalam kalangan datuk nenek kami yang telah lalu".
|
| 37. |
Dan (bagi
menjawabnya) Nabi Musa berkata: "Tuhanku lebih mengetahui siapakah yang
membawa hidayah petunjuk dari sisiNya dan siapa yang akan beroleh kesudahan
yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan
berjaya".
|
| 38. |
Dan Firaun
pula berkata: "Wahai orang-orangku, aku tidak mengetahui ada bagi kamu
sebarang tuhan yang lain daripadaku; oleh itu, wahai Haman, bakarkanlah
untukku batu-bata, serta binalah untukku bangunan yang tinggi, supaya aku
naik melihat Tuhan Musa (yang dikatakannya itu); dan sesungguhnya aku percaya
adalah Musa dari orang-orang yang berdusta".
|
| 39. |
Dan berlaku
sombong
takburlah Firaun dan tenteranya di negeri itu dengan tiada alasan yang
benar, dan mereka menyangka bahawa mereka tidak akan dikembalikan kepada
Kami.
|
| 40. |
Dengan
sebab itu Kami mengepungnya bersama-sama tenteranya serta Kami humbankan
mereka ke dalam laut; maka perhatikanlah bagaimana buruknya kesudahan orang-orang
yang zalim.
|
| 41. |
Dan Kami
jadikan mereka ketua-ketua (dalam kesesatan) yang mengajak ke neraka (dengan
kekufurannya), dan pada hari kiamat pula mereka tidak mendapat sebarang
pertolongan.
|
| 42. |
Dan Kami
iringi mereka dengan laknat di dunia ini, dan pada hari kiamat pula adalah
mereka dari orang-orang yang tersingkir (dari rahmat Kami) dengan sehina-hinanya.
|
| 43. |
Dan demi
sesungguhnya, Kami berikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat sesudah Kami binasakan
kaum-kaum yang telah lalu, untuk membuka hati dan menjadi hidayah petunjuk
serta membawa rahmat, semoga mereka beringat.
|
| 44. |
Dan engkau
(wahai Muhammad) tidak ada di sebelah barat (tempat Nabi Musa menerima
wahyu) ketika Kami sempurnakan penyerahan Kitab Taurat kepadanya, dan engkau
juga tidak termasuk dalam golongan yang menyaksikan peristiwa itu.
|
| 45. |
Akan tetapi
(engkau hanya mengetahui kisah itu dengan jalan Kami memberi wahyu kenabian
kepadamu disebabkan) Kami telah mengadakan beberapa umat (dari zaman Nabi
Musa hingga ke zamanmu) sampai berlanjutanlah masa yang mereka lalui (serta
kucar-kacirlah ugama yang mereka anuti). Dan engkau pula tidak pernah tinggal
bersama-sama penduduk negeri Madyan membaca dan mempelajari dari mereka
ayat-ayat keterangan Kami (tentang hal Nabi Musa di sana), tetapi Kamilah
yang mengutusmu (menjadi Rasul dan memberi wahyu kepadamu mengenai hal
itu).
|
| 46. |
Dan engkau
juga tidak berada dekat Gunung Tursina ketika Kami menyeru (Nabi Musa dan
memberi wahyu kepadanya dahulu), tetapi (diturunkan) rahmat (Al-Quran)
dari Tuhanmu (menerangkan Kisah itu) supaya engkau memberi amaran kepada
kaum (mu) yang telah lama tidak didatangi sebarang Rasul pemberi amaran
sebelummu, semoga mereka beroleh pengajaran (serta insaf mematuhinya).
|
| 47. |
Dan kalau
tidaklah orang-orang musyrik itu akan berkata - semasa mereka ditimpa bala
bencana disebabkan perbuatan kufur dan maksiat yang mereka lakukan: "Wahai
Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutuskan kepada Kami seorang Rasul
supaya kami menurut ayat-ayat keteranganMu (yang dibawanya), dan supaya
kami menjadi dari orang-orang yang beriman, " (tentulah engkau wahai Muhammad
tidak diutuskan kepada mereka, bahkan Kami terus menyeksa mereka).
|
| 48. |
Maka ketika
datang kepada mereka kebenaran (Al-Quran) dari sisi Kami, mereka berkata
pula: "Hendaknya (Muhammad) diberi (Kitab ugama yang diturunkan dengan
sekaligus) sebagaimana Kitab Taurat yang diberikan kepada Musa". Bukankah
mereka dahulu telah kufur ingkar akan apa yang diberikan kepada Nabi Musa?
Mereka berkata lagi: "Kedua-duanya (Al-Quran dan Taurat) itu ialah sihir
yang saling membantu (yang satu menyokong yang lain). "Dan mereka berkata
pula: "Sesungguhnya kami kufur ingkar terhadap Kitab-kitab itu semuanya!"
|
| 49. |
Katakanlah
(wahai Muhammad): "Kalau demikianlah sikap kamu maka bawalah sebuah Kitab
dari sisi Allah yang dapat memberi panduan lebih daripada keduanya, supaya
aku menurutnya. (Bawalah dia) jika betul kamu orang-orang yang benar ".
|
| 50. |
Kemudian,
kalau mereka tidak dapat menerima cabaranmu (wahai Muhammad), maka ketahuilah,
sesungguhnya mereka hanyalah menurut hawa nafsu mereka; dan tidak ada yang
lebih sesat daripada orang yang menurut hawa nafsunya dengan tidak berdasarkan
hidayah petunjuk dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak memberi pimpinan
kepada kaum yang zalim (yang berdegil dalam keingkarannya).
|